Thursday, April 30, 2009

SMS

Aku sempat bimbang untuk memutuskan segala kontak dengannya. Aku pernah mencoba memasang software hp untuk blok nomornya, tapi aku sendiri yang gelisah dan ternyata softwarenya ngga ampuh, kebobolan, smsnya masih bisa masuk *dasar software gratisan*. Lalu yang terakhir aku mencoba menahan diri untuk tidak menghubunginya kalau dia ngga menghubungi aku. Egoku yang licik mencoba cari dalih dengan, "dia lho yang hubungin aku, bukan aku. aku uda coba untuk ga hubungi dia." Padahal sebenarnya setiap telpon atau sms yang masuk selalu bikin jantungku berdegup agak lebih kencang karena berharap dari dia.

Tapi akhirnya...

Sms dari dia tanggal 25: "Aku sedih bgt liat kmu kmrn kurus bgt. Aku bnr2 pengen kmu bangkit n lupain aja aku. Aku pengen hidup kmu bhagia. Aku mau ganti no hpku aja ya. Aku mau pergi aja dr hidup kmu."

Reaksiku saat itu: Tidak ada reaksi. Saat itu hatiku beku.

Kujawab: Itu terserah kamu. Aku merasa hidupku baik2 aja dan mulai bisa hidup seperti biasa. Yang pasti niatku ke kamu adalah baik dan tidak ada niat tersembunyi.
Lalu kutambahkan: Apapun keputusanmu aku hargai. Take care.

Sms dari dia tanggal 26 malam: "Mungkin cm dgn ini kmu bs lupain aku, bahkan benci sm aku. Maafin aku, ini semua aku lakuin unt kmu. Take care jg ya.."

Reaksiku saat itu: Kesel. Ko ini orang ngga ngerti banget sih, aku ngga pernah benci dia. Terus ko malah dia yang merasa berkorban? Egoku merasa tersinggung.

Hari ini.

Reaksiku saat ini: Sedih.

Sulit menjelaskan keadaan sedih ini. Sulit menjelaskan apa yang benar-benar aku inginkan.

Apakah aku ingin dia kembali padaku? Mungkin masih ada setitik harapan di hati kecilku, kalau Tuhan mengijinkan suatu keajaiban terjadi. Tapi, untuk kelanjutan dari cerita itu pun aku sudah ngga punya keyakinan lagi.

Apakah aku ingin mencari dan menemuinya lagi? Lalu merasakan bahagia beberapa menit yang harus dibayar dengan sakit hati berhari-hari semakin mendekati hari perkawinannya? Dulu aku pikir beberapa menit bahagia itu sepadan, tapi ternyata tidak.

Meratap dan menyesali keadaanku? Aku menolak menjatuhkan harga diriku sedemikian rupa.

Tapi kali ini aku akan biarkan hatiku merasakan, mengakui, dan menikmati kesedihannya.

Dalam puncak kesedihan aku sms petto: "Petto... gw kangen koncreng :( "

Semua orang bilang, waktu akan menyembuhkan sakit hati, aku percaya itu, hanya perlu kesabaran.

Tiba-tiba dering sms menyala, balasan dari petto: "Gw kaplak lo ya jack!"

Haha.. memang perlu kesabaran dan sahabat-sahabat gila untuk menyembuhkan sakit hati.

No comments:

Post a Comment