Ada yang bilang aku harus cari banyak teman baru untuk 'diversion'.
Memang aku berminat untuk berkenalan dengan orang-orang baru, tapi tujuannya bukan untuk mengalihkan perhatian. Aku sudah diberi pilihan untuk tetap berkutat di situasi yang ga mungkin kembali atau meneruskan perjalanan hidup. Aku menyadari situasi yang aku hadapi, dan aku pilih yang kedua. Jadi tujuanku berkenalan dengan orang baru adalah untuk mengembangkan diriku sendiri.
Ada juga teman yang berkomentar semoga kesedihanmu makin lama makin berkurang. Ada juga yang bertanya, kamu masih sayang sama dia?
Meskipun suatu hubungan putus, dari pengalaman ini ternyata rasa sedih dan rasa sayang ngga berkurang.
Kalau pun mungkin sekarang aku tampak tidak sesedih 2-3 bulan yang lalu, bukan berarti kesedihanku berkurang. Intensitasnya tetap sama, tapi kesadaranku bertambah. Aku semakin sadar bahwa semua itu di luar kendaliku dan yang terbaik adalah pasrah, merelakan, melepaskan. Dan dengan kesadaran yang lebih baik aku pun menghadapi situasi lebih baik.
Rasa sayangku pun ngga berkurang. Aku masih menyayanginya seperti saat kami masih dekat-dekatnya sebagai pasangan. Kembali aku ulangi, intensitasnya tetap sama, tapi kesadaranku bertambah juga. Aku masih sayang dia tapi aku sadar bentuk rasa sayang dan prioritas dia dalam hidupku sekarang berbeda.
Satu pelajaran penting: kesadaran does make a big difference.
10 SEC READ The gift of insults
4 years ago

No comments:
Post a Comment