Semalam kembali menyambung diskusi dengan si jagungwati *dalam rangka ikut merayakan hari Nyepi, hehe*
Aku sempat surprise dengan salah satu pernyataan bahwa dia percaya Tuhan itu ada, semua diatur oleh Tuhan, dan rencana Tuhan pasti yang terbaik. Ini adalah oknum sama yang 4 tahun yang lalu menolak mentah-mentah dan menganggap Tuhan itu hanya ciptaan manusia. Waktu itu dia percaya semua yang terjadi adalah akibat dari diri manusia sendiri dengan campur tangan alam.
Menurut sahabatku yang sebenarnya ga hobi-hobi banget makan jagung itu, dengan kepercayaan dan kepasrahan itu dia bisa menemukan ketenangan hati. Misalnya suatu saat kita sudah berusaha sekuat tenaga tapi gagal, itu bisa kita interpretasikan bahwa Tuhan berkehendak lain, dan kita bisa punya harapan dengan rencana Tuhan yang pasti baik untuk kita.
Satu lagi diskusi kita adalah tentang doa. Dan kita mendapat kesimpulan bahwa apa yang kita minta akan diberikan. Tapi seringkali kita ga menyadarinya.
Dalam kasusku, aku ingat satu malam, 6 atau 7 tahun yang lalu, dalam rasa desperate berat aku doa kepada Tuhan dan meminta seorang pacar. Aku deskripsikan dengan jelas orang yang aku minta. Aku baru sadar, ternyata doaku itu benar-benar dikabulkan. Lalu kasus kedua, aku selalu merasa ngga puas dengan perpisahan aku & dia, maka doaku adalah aku minta kesempatan untuk mendapat perpisahan yang baik. Aku baru sadar, ternyata sudah beberapa kali Tuhan memberikan kesempatan itu, meskipun akhirnya aku melakukan kesalahan yang sama lagi.
Semakin tambah umur aku semakin tahu: Tuhan itu baik. Apa yang kuminta, dikabulkan. Kalaupun yang sepertinya ngga terkabul, kenyataannya aku selalu mendapat yang lebih baik, jauh lebih baik. Lalu meskipun aku sering bandel, Tuhan selalu memberikan aku kesempatan. Analoginya seperti seorang anak kecil belajar berjalan, meskipun aku jatuh di tempat yang sama, rasanya aku selalu diberi cara untuk bangun dan berjalan lagi, kalaupun jatuh lagi rasanya aku semakin kuat dan bisa bangun lebih cepat, dan akhirnya aku akan bisa berjalan sendiri.
Malam menjelang tidur, jagungwati melongok keluar jendela lalu memanggilku. Kita keluar ke halaman rumah dan kita melihat pemandangan paling indah: suasana malam yang gelap gulita, sunyi senyap, dan langit penuh bintang. Satu persatu bintang jelas tampak berkilau terang malam itu. Aku rasa itu malam paling indah yang pernah aku lihat.
Sekali-kali dalam hidup, sebaiknya setiap orang menjalani paling tidak satu malam Nyepi untuk menikmati alam dan mengingat bahwa Tuhan itu baik.
10 SEC READ The gift of insults
4 years ago

No comments:
Post a Comment